It's funny how time flies. How the wheel turns and turns, bringing about new things, taking away the old. Even pain disappeared along with time. At least most of them, while some remains deep within one's memory.
It's been three years, right? Three years without your gentle smile. Three years without those words you always said when I am down. Three years without your hands brushing my hair tenderly. I know, I was the one closest to you, they say. I was the one who spent more days by your side, compared to anyone else.
True, pain heals with time. I could smile and laugh like I used to, even while sharing your memories to others. Yet tonight, I still find myself in tears as I write this.
So I light a candle for you, dear Grandma. Three years has it been without you. Thank you for everything, down to the last smile you gave me, today, three years ago.
Friday, February 27, 2009
Wednesday, February 11, 2009
Mendung membayang matahari
-random rants-
..said Jewell in her song, Hands. I hope it was true. I hope these hands were never broken, that whatever I tried, as long as I give my all in it, I can have something out of it.
Now what do I have? Just an angry heart, and a world that's crumbling down. I've tried, and again I failed. How come? Are my hands not strong enough, God? Was my will not strong enough? I don't understand at all. Am I just to stupid to understand?
Or was I merely not enough?
I am not Superman. But at time like this, I could relate to that song sang by Five for Fighting...
-random rants, over and out-
My hands are small I know
But they're not yours. they are my own
They're not yours, they are my own
And I'm never broken
But they're not yours. they are my own
They're not yours, they are my own
And I'm never broken
..said Jewell in her song, Hands. I hope it was true. I hope these hands were never broken, that whatever I tried, as long as I give my all in it, I can have something out of it.
Now what do I have? Just an angry heart, and a world that's crumbling down. I've tried, and again I failed. How come? Are my hands not strong enough, God? Was my will not strong enough? I don't understand at all. Am I just to stupid to understand?
Or was I merely not enough?
I am not Superman. But at time like this, I could relate to that song sang by Five for Fighting...
I wish that I could cry, fall upon my knees
Find a way to lie, about the home I'll never see
...it's not easy to be me...
Find a way to lie, about the home I'll never see
...it's not easy to be me...
-random rants, over and out-
Tuesday, February 03, 2009
Songs of the heart
Saya sering berkata kepada orang-orang di sekitar saya, keadaan emosi saya bisa dilihat dari playlist winamp saya. Semakin saya merasa bad mood, semakin sedikit lagu yang ada dalam playlist. Untuk saat ini, dari ratusan koleksi lagu yang mengisi PC, hanya 13 lagu yang saya dengarkan entah sejak beberapa hari silam.
Ada alasan tertentu kenapa saya mendengarkan ketiga belas lagu ini berulang-ulang. Sebagian memang karena mereka adalah musik yang enak di telinga, seperti Croatian Rhapsody -nya Maksim Mrvica, atau Miracle -nya 12 girls band, atau Kataritsugu Koto dari anime Blood +. Atau karena alasan sentimental, seperti Ai Oboeteimasuka? dari anime Macross, yang saya saat ini menjadi semacam soundtrack proyek roleplaying bersama seorang teman.
Ada juga Hakua Byouto (Chalk Ward), lagu dari anime .Hack//Roots. Saya jatuh hati pada lagu ini sejak pertama kali mendengarnya. Lagu yang berdasar interpretasi pribadi, bercerita tentang seseorang yang percaya dan menunggu, bahwa suatu saat seseorang yang ia harapkan itu pasti datang menjemputnya. Bukan, bukan kisah pribadi. Sebab saya bukan orang yang sabar menunggu.
Ada juga lagu yang menggambarkan kerinduan saya akan sebuah tempat nun jauh di sana, Home -nya Michael Bubble. Atau Big Girls Don't Cry -nya Fergie yang saya akhir-akhir ini jadi semacam mantra pengusir air mata. Atau Hands, lagu milik Jewel untuk mengingatkan pada diri sendiri bahwa saya pun punya sesuatu yang bisa saya kerjakan. So stop being lazy, girl.
Kemudian ada 5 lagu dari Josh Groban, yang ada di album A Collection. Di antara kelima lagu itu, February Song saya pilih karena selain saya suka musiknya, dan karena hey, this IS february. Lalu ada To Where You Are, yang membuat saya teringat akan nenek yang meninggal Februari tiga tahun silam. I missed her. I missed her smile, I missed her wisdom, I missed her tender touch. Lalu ada In Her Eyes, lagu yang entah kenapa liriknya membuat saya tersenyum.
Dua lagu lagi, membuat saya ingin menggambar. Ya, ingin menuangkan lagu tersebut dalam ilustrasi yang (diharapkan) bisa menyentuh mereka yang melihatnya. Yang pertama adalah Remember When It Rained, and I quoted:
Yang kedua adalah You Are Loved, and I quoted:
Ada alasan tertentu kenapa saya mendengarkan ketiga belas lagu ini berulang-ulang. Sebagian memang karena mereka adalah musik yang enak di telinga, seperti Croatian Rhapsody -nya Maksim Mrvica, atau Miracle -nya 12 girls band, atau Kataritsugu Koto dari anime Blood +. Atau karena alasan sentimental, seperti Ai Oboeteimasuka? dari anime Macross, yang saya saat ini menjadi semacam soundtrack proyek roleplaying bersama seorang teman.
Ada juga Hakua Byouto (Chalk Ward), lagu dari anime .Hack//Roots. Saya jatuh hati pada lagu ini sejak pertama kali mendengarnya. Lagu yang berdasar interpretasi pribadi, bercerita tentang seseorang yang percaya dan menunggu, bahwa suatu saat seseorang yang ia harapkan itu pasti datang menjemputnya. Bukan, bukan kisah pribadi. Sebab saya bukan orang yang sabar menunggu.
Ada juga lagu yang menggambarkan kerinduan saya akan sebuah tempat nun jauh di sana, Home -nya Michael Bubble. Atau Big Girls Don't Cry -nya Fergie yang saya akhir-akhir ini jadi semacam mantra pengusir air mata. Atau Hands, lagu milik Jewel untuk mengingatkan pada diri sendiri bahwa saya pun punya sesuatu yang bisa saya kerjakan. So stop being lazy, girl.
Kemudian ada 5 lagu dari Josh Groban, yang ada di album A Collection. Di antara kelima lagu itu, February Song saya pilih karena selain saya suka musiknya, dan karena hey, this IS february. Lalu ada To Where You Are, yang membuat saya teringat akan nenek yang meninggal Februari tiga tahun silam. I missed her. I missed her smile, I missed her wisdom, I missed her tender touch. Lalu ada In Her Eyes, lagu yang entah kenapa liriknya membuat saya tersenyum.
Dua lagu lagi, membuat saya ingin menggambar. Ya, ingin menuangkan lagu tersebut dalam ilustrasi yang (diharapkan) bisa menyentuh mereka yang melihatnya. Yang pertama adalah Remember When It Rained, and I quoted:
Remember when it rained, I felt the ground, and look up high and call your name
Yang kedua adalah You Are Loved, and I quoted:
Don't give up, It's just the weight of the world
When your heart's heavy I, I will lift it for you
Don't give up, Because you want to be heard
If silence keeps you I, I will break it for you
Kesimpulannya, saya memang melankolis, apalagi kalau bertemu lagu yang liriknya bagus. Bagaimana dengan kalian?
When your heart's heavy I, I will lift it for you
Don't give up, Because you want to be heard
If silence keeps you I, I will break it for you
Subscribe to:
Posts (Atom)

