Tuesday, February 03, 2009

Songs of the heart

Saya sering berkata kepada orang-orang di sekitar saya, keadaan emosi saya bisa dilihat dari playlist winamp saya. Semakin saya merasa bad mood, semakin sedikit lagu yang ada dalam playlist. Untuk saat ini, dari ratusan koleksi lagu yang mengisi PC, hanya 13 lagu yang saya dengarkan entah sejak beberapa hari silam.

Ada alasan tertentu kenapa saya mendengarkan ketiga belas lagu ini berulang-ulang. Sebagian memang karena mereka adalah musik yang enak di telinga, seperti Croatian Rhapsody -nya Maksim Mrvica, atau Miracle -nya 12 girls band, atau Kataritsugu Koto dari anime Blood +. Atau karena alasan sentimental, seperti Ai Oboeteimasuka? dari anime Macross, yang saya saat ini menjadi semacam soundtrack proyek roleplaying bersama seorang teman.

Ada juga Hakua Byouto (Chalk Ward), lagu dari anime .Hack//Roots. Saya jatuh hati pada lagu ini sejak pertama kali mendengarnya. Lagu yang berdasar interpretasi pribadi, bercerita tentang seseorang yang percaya dan menunggu, bahwa suatu saat seseorang yang ia harapkan itu pasti datang menjemputnya. Bukan, bukan kisah pribadi. Sebab saya bukan orang yang sabar menunggu.

Ada juga lagu yang menggambarkan kerinduan saya akan sebuah tempat nun jauh di sana, Home -nya Michael Bubble. Atau Big Girls Don't Cry -nya Fergie yang saya akhir-akhir ini jadi semacam mantra pengusir air mata. Atau Hands, lagu milik Jewel untuk mengingatkan pada diri sendiri bahwa saya pun punya sesuatu yang bisa saya kerjakan. So stop being lazy, girl.

Kemudian ada 5 lagu dari Josh Groban, yang ada di album A Collection. Di antara kelima lagu itu, February Song saya pilih karena selain saya suka musiknya, dan karena hey, this IS february. Lalu ada To Where You Are, yang membuat saya teringat akan nenek yang meninggal Februari tiga tahun silam. I missed her. I missed her smile, I missed her wisdom, I missed her tender touch. Lalu ada In Her Eyes, lagu yang entah kenapa liriknya membuat saya tersenyum.

Dua lagu lagi, membuat saya ingin menggambar. Ya, ingin menuangkan lagu tersebut dalam ilustrasi yang (diharapkan) bisa menyentuh mereka yang melihatnya. Yang pertama adalah Remember When It Rained, and I quoted:
Remember when it rained, I felt the ground, and look up high and call your name

Yang kedua adalah You Are Loved, and I quoted:
Don't give up, It's just the weight of the world
When your heart's heavy I, I will lift it for you
Don't give up, Because you want to be heard
If silence keeps you I, I will break it for you

Kesimpulannya, saya memang melankolis, apalagi kalau bertemu lagu yang liriknya bagus. Bagaimana dengan kalian?

4 comments:

iyugii said...

aku jugaa. semakin bete, semakin sedikit lagu di winamp :P

ipeh said...

yang pasti sih kl bete lagunya makin hingar bingar..

kapan2 donlot lagu2 death metal deh.. cih, kenapa saya baru kenal Cannibal Corpse setelah saya pindah kosan..

Abang said...

Well, of course there are soundtracks to our life

lyberfal said...

sedih-lagu jepang
happy-lagu jepang
lempeng-lagu jepang

intinya sih, saya males ganti2 winamp XP