Saturday, December 27, 2008

Travel log: 17-18 Desember 2008

17 Desember 2008
Seperti sudah direncanakan sejak satu bulan sebelumnya, tanggal 17 desember kemarin saya pergi ke Kalimantan Timur. Tujuan utama adalah menghadiri pernikahan sepupu, anak dari adik lelaki bapak. Acara pernikahan berlangsung tanggal 21 di rumah mempelai wanita, dan tanggal 24 di rumah sepupuku.

Sepupuku tinggal bersama keluarganya di Muara Badak, sebuah area pertambangan gas alam di pedalaman kalimantan Timur. Untuk sampai ke Muara Badak, perlu satu jam perjalanan naik mobil menempuh jalanan rusak menembus hutan. Kalau dihitung total perjalanan dari Malang, 3 jam naik mobil ke Surabaya, sekitar 2 jam naik pesawat ke Balikpapan, 3 jam perjalanan mobil ke Samarinda, lalu 1 jam lagi perjalanan ke Muara Badak.

Capek di jalan, indeed.

Apalagi ditambah fakta bahwa saya pergi ke sana dalam rangka meng-escort rombongan besar. 10 orang total termasuk saya, yang hampir separuh di antaranya adalah orang desa yang baru kali ini pertama naik pesawat terbang. Maklum, mumpung ada acara, keluarga dari Madiun dan Ponorogo ingin ikut ke Kalimantan. Jadilah saya pengurus rombongan.

Yang ada stress! Orang-orang itu susah diatur, dan hampir tak tahu apa-apa. Kecuali Bunda, adik sepupuku dan pacarnya, yang memang sudah sering bepergian jauh. Di bandara Juanda, Surabaya, saya pula yang harus mengurus tiket, bagasi, dan sebagainya. Sampai di bandara Sepinggan, Balikpapan, langsung saya menepuk bahu ayah. "Nggak lagi deh kaya begini," kubilang.

Tapi cukup senang saat melihat, ayah menjemput dengan mobil kantor. Which is Ford Ranger. Woohoo! Dari lama nih, ingin coba naik mobil ini. Kesampaian juga akhirnya.


narsis kambuhan

Dengan mobil ini, menempuh perjalanan 4 jam dari Balikpapan, menuju rumah sepupu di Muara Badak. Nggak semua ya naik satu mobil, sebagian besar rombongan naik mobil lain. Satu orang tinggal di Balikpapan, mengunjungi anaknya yang bekerja di sana.

Akhirnya, sekitar jam 8 malam, kami sampai di rumah sepupuku. Acara dilanjutkan dengan istirahat, di rumah panggung berbahan kayu khas kalimantan. Seperti ini. Actually, ini foto rumah-rumah tetangga di depan rumah sepupuku.

ada lengan baju bunda terfoto di sudut kiri...

18 Desember 2008
Berhubung tidak ada kegiatan pasti untuk hari ini, saya menyeret sepupuku, adik dari sang calon mempelai lelaki. Kami berjalan-jalan, mengikuti jalanan lurus di sekitar pemukiman, berusaha mencari arah laut. Yang ada, kami berjalan sekitar 5km bolak-balik, karena tak tahu jalan. Ini sebagian foto hasil jalan-jalan saat itu.


foto ujung jalan yg kami ikuti sebelum berbelok



pipa gas, bukan roller coaster track


dermaga


jalanan menembus rawa


masjid di jalan setelah belok

beberapa belas meter setelah masjid itu, ada sebuah jembatan biru. Nah, perjalanan kami berakhir di sana sebelum kami berbalik pulang. Mampir dulu beli minuman dingin. Sampai rumah, tidur. Hahah.

Dan baru sadar, lupa memfoto gubuk pembuat ikan asin...

Yah, catatan ini akan dilanjutkan besok. Penulis lelah. XD

0 comments: