Saturday, June 28, 2008

Kejujuran dan kedewasaan

Orang bilang, anak kecil itu jujur. Mereka mengatakan apa yang ingin mereka katakan, mereka menanyakan apapun yang ingin mereka tahu, mereka bersikap apa adanya. Kadang tanpa memikirkan konsekuensi dari perkataan ataupun perbuatan mereka. Kadang tanpe memikirkan, apakah orang lain akan merasa terganggu oleh apa yang mereka katakan, atau mereka lakukan.

Orang bilang, karena itu aku masih termasuk anak kecil. Karena kadang aku bersikap jujur tanpa peduli perasaan orang lain.

Tapi, kalau menurutku, kejujuran adalah bagian dari kedewasaan. Jujur dengan menjadi diri sendiri. Jujur dengan tidak menipu orang lain ataupun diri sendiri. Karena menurut saya, hanya orang dewasa yang berani jujur memperlihatkan dirinya apa adanya kepada dunia.

Nah, jadi, saat saya jujur menjadi diri saya sendiri di dunia ini, apa memang saya masih anak kecil? Atau saya orang dewasa? Menurut kalian, mana yang benar?

7 comments:

Moonblade said...

Dalam diri anak kecil, ada bentuk kedewasaan tersendiri.

Dan itulah yang jarang dimiliki orang lain. *hugs*

ipeh said...

I dunno, it doesn't matter to me.. =P

gue sih, kl mo jujur ya jujur aja.. dewasa apa nggak itu masalahnya lain lagi..

J said...

Jujurlah kalo itu fakta
Kalo cuma opini, sometime it's better to left it unspoken

Karena jujur bukan satu2nya trait kedewasaan

Zaku said...

Jujur nggak harus berarti saying 'everything' that we thought, right?

Soal dewasa atau nggak, there are lots of things other than honesty. But if you have decided to keep being honest, and face the consequences of doing so, IMO it's also a form of 'adulthood'.

Holy-D said...

because truth can hurt sometimes too?


people sometimes sugarcoat shit with rainbow. X3

tjahaju said...

jujur .. polos .. naif
bedanya apa ya?

Azam Raharjo a.k.a Zami foXIII said...

duh jadi ingat diri saya sendiri D: